Wednesday, 14 October 2015

Cerita Kakek Hanif

Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menjelang Maghrib, penduduk di Desa Mekar jati berduyun-duyun menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah.
Arwan masih di rumah ketika teman-teman yang lainnya telah ke masjid. Ia memang selalu menunggu sahabat karibnya, Mujib. Setelah Mujib datang, mereka pun berangkat bersama-sama. Seperti biasanya, setiap habis shalat Magrib, Arwan dan Mujib ikut mengaji bersama Kakek Hanif.
“Arwan, bacaanmu kemarin sampai di mana?” tanya Kakek Hanif.
“Sampai Surat AI-Alaq, Kek!”

Kemudian, Kakek Hanif menyuruh Arwan untuk meneruskan bacaannya. Arwan yang sudah mengikuti pengajian itu selama tiga bulan, tentu saja tidak mengalami kesulitan, Bahkan, ia bisa membacakannya dengan lagu yang indah dan tajwid yang benar. Mereka membaca bergiliran. Ada yang sudah lancar seperti Arwan. Ada yang masih kaku. Bahkan, ada juga yang masih mengeja. Selain diajarkan cara membaca Alquran, mereka juga di suruh untuk menghapalkan doa-doa.

Anak-anak pengajian di masjid itu memang senang belajar dengan Kakek Hanif. Karena selain baik hati, ia juga tak suka marah-marah. Kakek Hanif pi
... baca selengkapnya di Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 12 October 2015

Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti

Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Pendekar Super Sakti

Seri : Bu Kek Siansu #07

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Anak laki-laki berusia kurang lebih sepuluh tahun itu mengintai dari kaca jendela dengan muka marah, mata merah dan gigi berkerot saking marah dan sedihnya menyaksikan keadaan di ruangan dalam rumah gedung ayahnya. Ruangan itu luas dan terang-benderang, suara tetabuhan musik terdengar riuh di samping gelak tawa tujuh orang pembesar Mancu yang sedang dijamu oleh ayahnya. Dari luar jendela ia tidak dapat menangkap suara percakapan yang diselingi tawa itu karena amat bising bercampur suara musik, akan tetapi menyaksikan sikap ayahnya terhadap para tamu pembesar itu, anak ini menjadi marah dan sedih. Ayahnya bicara sambil membungkuk-bungkuk, muka ayahnya yang biasanya bengis terhadap para pelayan dan angkuh terhadap orang lain, kini menjadi manis berlebih-lebihan, ter­senyum-senyum dan mengangguk-angguk, bahkan dengan kedua tangan sendiri me­layani seorang pembesar yang brewok tinggi besar, menuangkan arak sambil membungkuk-bungkuk.

Ayahnya yang dipanggil ke kanan kiri oleh para pembesar, menjadi gugup dan kakinya tersandung kaki meja, guci arak yang dipegangnya miring, isinya tertumpah dan sedikit arak menyi
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, 20 September 2015

Manajer SDM yang Efektif

Manajer SDM yang Efektif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Herry Prasetyo

Membaca judul tulisan ini, pikiran Anda pasti langsung tertuju kepada manajer sumber daya manusia (SDM) di kantor Anda. Otak Anda pun bekerja untuk “membandingkan” judul di atas dengan pribadi sang manajer SDM, lalu Anda memberikan penilaian pribadi: “oh, iya, manajer SDM saya bekerja sangat efektif, andal, dan baik.” Bisa juga Anda memberikan penafsiran pribadi, “Wow, manajer SDM saya belum bekerja dengan maksimal. Masih banyak hal yang perlu ia pelajari.”

Tulisan ini tidak akan memuaskan rasa penasaran Anda bila Anda membayangkan isinya akan mengupas soal manajer SDM seperti pemikiran Anda. Namun, tulisan ini akan mengajak Anda untuk mencermati tiga kata yang penting dari judul di atas, yaitu “manajer”, “SDM”, dan “efektif”. Lalu, tunjuklah diri Anda: bukankah Anda juga seorang manajer untuk diri sendiri? Bukankah Anda juga seorang sumber daya (SDM) yang perlu Anda kelola? Bukankah pengelolaan itu dapat Anda lakukan sendiri dengan efektif?

Jadi, Anda mulai memahami arah topik ini, bukan? Ya, pembahasan ini menunjuk kepada diri Anda sendiri karena Andalah yang harus menjadi “manajer SDM yang efektif” i
... baca selengkapnya di Manajer SDM yang Efektif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, 26 August 2015

Layang-layang

Layang-layang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi.

Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.'

Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi.

Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak.

Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik terbang tak teratur dibawa angin. Angin kencang datang menghembus, dan ia jatuh tersangkut di atas sebatang pohon. Rangka-rangkanya patah. Kertas-kertasnya sobek. Ia kini menjadi seonggok sampah yang tak berbentuk.

Pada saat seseorang berkata bahwa ia hebat dan kuat, saat itu merupakan awal kehancurannya.


... baca selengkapnya di Layang-layang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 22 August 2015

Mujur atau Malang?

Mujur atau Malang? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada sebuah cerita Cina kuno tentang seorang laki-laki tua yang sikapnya dalam memandang kehidupan berbeda sama sekali dengan orang-orang lain di desanya.

Rupanya laki-laki tua ini hanya mempunyai seekor kuda, dan pada suatu hari kudanya kabur. Para tetangganya datang dan menaruh belas kasihan kepadanya, mengatakan kepadanya betapa mereka ikut sedih karena kemalangan yang menimpanya.

Jawabannya membuat mereka heran.

"Tapi bagaimana kalian tahu itu kemalangan?" dia bertanya.

Beberapa hari kemudian kudanya pulang, dan ikut bersamanya dua ekor kuda liar. Sekarang si laki-laki tua punya tiga ekor kuda. Kali ini, tetangga-tetangganya mengucapkan selamat atas kemujurannya.

"Tapi bagaimana kalian tahu itu kemujuran?" dia menjawab.

Pada hari berikutnya, sementara sedang berusaha menjinakkan salah seekor kuda liar, anak laki-lakinya jatuh dan kakinya patah.

Sekali lagi, para tetangga datang, kali ini untuk menghibur si laki-laki tua karena kecelakaan yang menimpa anaknya.

"Tapi bagaimana kalian tahu itu kemalangan?" dia bertanya.

Kali ini, semua tetangganya menarik kesimpulan bahwa pikiran si tua kacau dan tidak ingin lagi berurusan dengannya.

Walaupun demikian, keesokan harinya penguasa perang datang ke desa dan mengambil semua lak
... baca selengkapnya di Mujur atau Malang? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, 21 July 2015

Penaluna

Penaluna Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku bersandar di dinding dapur. Ini sudah hampir setengah jam tapi Mama ngga juga berhenti mengoceh. Aku muak. Aku benar-benar muak dengan semua perkataan Mama. Banyak hal yang Mama ngga tahu tentang aku. Mama cuma mengenal dan menilai aku berdasarkan apa yang dia lihat. Dia ngga tau apa-apa tentang aku.

“Kamu itu rasioal sedikit lah, Luna. Mau jadi apa kamu dengan mimpi-mimpi kamu itu? Papa dan Mama pingin kamu jadi dokter. Titik. Mimpi itu ya mimpi, ngga akan untuk jadi nyata. Ngerti kamu?” Kata Mama tanpa memandangku.
“Terserah deh, Ma. Mama ngga tahu apa-apa.” Balasku sambil berjalan pergi meninggalkan Mama. Perasaanku campur aduk. Banyak hal yang membuatku down saat ini. Di sekolah, di rumah, semua orang. Kepalaku terasa sangat berat. Aku masih ngga percaya Emma yang lolos audisi TeenMovie Maker. Emma si cewe centil dari SMA 23 yang aku temui di tempat audisi. Sepertinya dia sama sekali ngga punya kemampuan untuk jadi sutradara. Mungkin dia hanya bisa memegang alat make-up. Aku yang selama ini berjuang untuk lolos audisi itu. Aku yang setiap hari terus berlatih. Aku yang setiap saat bermimpi untuk jadi sutradara. Aku yang selama ini kerja keras belajar segala hal. Aku selama ini yang berjuang. Bukan dia, bukan Emma. Dia ngga tahu apa-apa tenta
... baca selengkapnya di Penaluna Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 6 July 2015

destination Thailand:Phuket Island

Phuket Island Thailand - One of the World's Great Island Holidays
Most people visit Phuket for the beaches and because it's one of those 'must-see' tropical islands. For those who can pry themselves away from the regular tourist trappings and head across the island, they can catch a glimpse of what the island offered prior to the growth of the tourism industry.



At the island's main crossroads at Ban Tha Rua stand bronze statues of Khunying Jan and her sister Mook, celebrating their heroic and successful resistance to the Burmese invasion in 1785. In Phuket City, the ornate Chinese wats of Jui Tai and Put Jaw are testament to the island's economic history. Tin was once the primary source of wealth for the island, and from the 16th century onwards, Hakka Chinese entrepreneurs and their workforces came to the island to exploit the mines.


When the price of Tin dropped, the island shifted its primary production to rubber and pineapple plantations and then, in the mid 1970's, turned it's attention to maximizing the possibilities provided by an inexhaustible stream of tourists.
Between the headlands, particularly on Phuket's west coast, are the sandy beaches fringing the Andaman Sea against a backdrop of the little explored interior of heavily forested mountains. Chief among these beaches is Patong, the eternally busy repository of most of Phuket's hustle and bustle. This is where the Hawkers hawk, touts tout and the kathoey ladyboys bamboozle beer-soaked tourists in the bars of Soi Bangla.
In the 2004 tsunami Patong's many hotel developments suffered badly, though Hat Kamala slightly to the north bore the full brunt.


If the pace of life in Patong is taking it's toll, if the prospect of yet another karaoke night seems simply too demanding, there are a myriad of alternatives to chose from. After all, Phuket is a considerably large island, nearly the size of Singapore in fact, so your options are hardly restricted.
To find the quieter beaches it's advised you head to the northern end of the island, where Phuket's largest beach, Hat Mai Khao, remains relatively unspoiled and less crowded. Just round the corner of the islands southern tip is Rawai Beach, which (by virtue of its east coast location) offers some fabulous sunset views.
Away from the water and the ribbon developments visitors will find the interiors national parks and reserves, along with the rubber and pineapple plantations. If the mind is soothed by these peaceful surroundings, the body can also enjoy it's own vacation during the nine-day vegetarian festival that falls each October, at the end of the cool season in Phuket - a true detox for body, mind and spirit.
Amongst the myriad of pleasures on Phuket is the fabulous local cuisine. Don't be afraid to be adventurous and seek out the eating-houses where locals are dining on mass. This is a sure sign that the food is good and inexpensive. The experience alone is enough to satisfy you but the quality of the meals will draw you back time and again.
Relax and enjoy this slice of paradise, an island so rich with offerings and yet so peaceful and rejuvenating. The speedboat day-trips to Phi Phi Island are highly recommended. Take in James Bond Island and the location for the filming of Hollywood movie 'The Beach'. It's wonderful day on the water and a visual delight.
For a wonderful holiday that will not break the bank, Phuket Island Thailand has to be one of the most attractive destinations on the planet. Arrive, relax, indulge and experience...


HOTEL
Beyond Resort Karon
Karon Beach Resort
51 Karon Road, Tambon Karon Muang District
Phuket- Thailand



Stop at Beyond Resort Karon to discover the wonders of Phuket. Offering a variety of facilities and services, the hotel provides all you need for a good night's sleep. To be found at the hotel are 24-hour front desk, luggage storage, Wi-Fi in public areas, car park, room service. Guestrooms are designed to provide an optimal level of comfort with welcoming decor and some offering convenient amenities like internet access รข€“ wireless, air conditioning, balcony/terrace, mini bar, desk. Entertain the hotel's recreational facilities, including outdoor pool, spa, massage, pool (kids). Beyond Resort Karon combines warm hospitality with a lovely ambiance to make your stay in Phuket unforgettable.


Article Source: www.agoda.com?cid=1728507